Kedatangannya Tak Terduga, Tak Terdeteksi, Tak Terpikirkan

November 21, 2007 ziesaja

Tags:

Kedatangannya tak terduga…mengagetkan dan agak membuatku bingung. Hehehe maaf ya pak…beliau adalah seorang teman papaku di kantor sekaligus temanku di beberapa aktivitas.

Tadi pagi setelah sholat Shubuh (masih dalam keadaan pusing karena flu) diri ini berniat untuk tidur lagi. Tapi tiba-tiba ibu mengagetkan dengan sebuah berita. Berita yang tak kusangka sebelumnya.

“Nduk, pagi ini pak X (eits namanya disensor dulu ya…) mau datang ke rumah.” Ujar ibuku.

What? Pagi ini! Niat untuk bertemu ranjang jadi tertunda deh. 

Pak X adalah seorang aktivis dakwah yang super sibuk. Kantor papalah yang mempertemukan kami untuk pertama kalinya. Awalnya kaget juga, tumben ada ikhwan masuk di ruangan papa. Ee..ternyata beliau adalah guru baru. Setelah itu, kami bertemu lagi dalam beberapa kegiatan. Bener-bener nggak nyangka! Temanku adalah temen papaku.

Dalam keadaan pusing bin ngantuk, akhirnya kami bagi tugas. Aku kebagian nyuci baju.

Berulangkali kulihat jam, kira-kira beliau datang jam berapa? Waduh rumah masih berantakan, mudah-mudahan nanti papa nggak ngajak beliau keliling rumah (biasanya papaku melakukan ini kalau temannya datang). Ehm nanti bicara apa saja ya? Mudah-mudahan nggak mbahas aku…piuh..GRnya.

Nggreeengg ngreengg (mirip suara sepeda nggak sih?) terdengar suara motor –sekitar jam 6 pagi- saat tanganku masih di mesin cuci. Kulihat sekilas, ternyata beliau. Alhamdulillah aku sudah mandi dan tentunya tetep pakai jilbab (ini harus!).

Maunya ibu, diri ini ikut nimbrung, tapi ngobrolin apa… bingung! Apalagi di ruang tamu ada ibu dan papa. Mudah-mudahan mereka nggak cerita tentang anak perempuannya ini. Bisa berabe!

Dengan sedikit pasang telinga, akhirnya aku tahu apa yang diobrolin. Tak disangka ternyata masalah burung! Hobi baru papaku…

Tiga puluh menit berlalu… ibu berangkat ke skul duluan, sedang aku masih berbenah. Dan.. semua sudah siap, eit tinggal sepatu…waduh sepatunya di depan!

“Zak..” kupanggil adik semata wayangku.

“Tolong ambilin sepatu di depan ya,” pintaku.

Adikku memang baik, perlahan-lahan dia lewat ruang tamu untuk mengambil benda hitam itu.

“Makasih ya,” ujarku. Si dedek tersenyum

Sebelum berangkat sekolah. Ibu berpesan agar aku ikut ngobrol-ngobrol dulu dengan si ikhwan X.

Waduh gimana ini?

Setelah berpikir agak lama, menimbang baik buruknya, dan beberapa kali melihat jam akhirnya aku berjalan ke ruang tamu, menemui mereka berdua yang asyik berbincang ria. Tersenyum dua centi ke kanan dan dua centi ke kiri. Dan pamit!

“Berangkat ya pa,” pamitku ke papa.

“Mari pak,” ujarku pada beliau. Beliau tersenyum dan bilang “iya” kemudian menunduk. Begitu juga dengan diri ini. Aku langsung menunduk dan segera berangkat.

Aneh juga… di luar kami bisa ngobrol banyak hal, tapi pas di rumah, diri ini hanya bisa diam. Ehm…mungkin bingung mau mbahas apa.

Ini untuk pertama kalinya aku dan papa punya temen yang sama. Bicara ma papa nyambung, ngobrol ma aku jalan. Ehm…gimana ya kalau kami bertiga bertemu dalam satu tempat trus bicara bareng. Nggak usah dibayangin deh! Soalnya aku pasti akan pergi dan mempersilahkan mereka berbincang-bincang sendiri. Kecuali kalau diri ini dipanggil untuk gabung. Maksudnya?

10 November 2007

Entry Filed under: kisahku

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

November 2007
S S R K J S M
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts