Archive for November 20th, 2007
Syuting…
“Disyuting?” Aku masih belum percaya.
“Iya mbak, nanti acaranya disyuting, biar ada kenangan.” Penjelasan guru SMP itu membuatku agak…
Soalnya ini penampilan perdanaku. Dan aku belum yakin kalau sukses!
“Maaf pak, nanti yang mengambil gambar siapa?” mudah-mudahan perempuan, harapku.
“Mungkin kalau bukan pak Toha ya pak Rahmat (pak Rahmat atau pak Rahman ya? Maaf aku lupa).” Jawaban yang…
“Maaf, kalau misal perempuan bagaimana?” tawarku.
“Yang bisa mereka berdua mbak,” begitu ya…
Waduh bagaimana ini, soalnya aku suka grogi dan merasa nggak bebas berekspresi kalau dilihat pria.
. . .Pas hari H…di bulan Ramadhan, bertempat di SMP Negeri favorit di daerahku. Beberapa detik menjelang aku ngisi acara pondok Ramadhan (putri) dengan tema SERASI (Semarak Sekolah Islami).“Maaf pak, kalau misal yang mengambil gambar cewek bagaimana? Dari adik-adik OSIS mungkin? Soalnya saya…” kujelaskan alasanku.“Ehm begini, sepertinya nanti yang ambil gambar pak Toha dan pak Didik. Pak Rahmat tidak bisa. Wes mbak milih siapa?” waduh…“Pak Toha bagaimana?” tanyanya. Aku diam…“Kalau pak Didik?” masih belum ada jawaban.“Kalau misal tidak usah disyuting bagaimana pak?” sepertinya tawaranku tak berhasil.Dengan beberapa pertimbangan, aku milih pak Toha. Coz beliau sudah nikah. Sedang pak Didik, masih belum (semoga dipercepat pak).Allah, tolong permudah jalanku…Amin…Sebelum acara, pak Toha mengajari Diah-status: my friend- untuk mengoperasikan handycam. Siapa tahu, dia langsung bisa dan dialah yang mengambil gambarku.“Gimana Dy,” tanyaku.“InsyaAllah bisa Zie,” jawabannya membuat sumringah.Kamipun merekam ruangan, sebagai coba-coba gitu…“Waduh Zie, cara nyimpannya tadi bagaimana?” glodak…(oh ya…tulisan di handycam itu bahasa Jepang, bukan bahasa Inggris).
“Ayo Dy, please, anti aja yang nyuting,” pintaku.
“Trus kalau aku yang nyuting, yang mengoperasikan komputer siapa?” Ya Allah, baru ingat. Diakan jadi operatorku. Lemes lagi deh…
“Sudah Zie, nggak papa…pak Toha saja ya,” ujarnya. Akupun menganggukkan kepala.
Acarapun dimulai…pak Toha siap dengan handycam di tangan. Kuhirup napas dalam-dalam dan keluarkan… Bismillah…diawali salam, pembacaan CV plus perkenalan dan…training. Diri ini bagian training motivasi.
Alhamdulillah lancar. Bahkan banyak di antara mereka yang menangis dan bertekad untuk berusaha membuat perubahan pada dirinya. Terakhir ada sesi potong pensil…alhamdulillah sebagian dari adik-adik bisa.
Makasih Rabb… Engkau permudah semuanya.
Trus masalah syuting? Tidak sekali-kali mata ini menoleh ke arah benda itu.
Ramadhan tahun ini membawa arti penting bagiku. Banyak pelajaran dan pengalaman baru yang kudapat. Salah satunya adalah saat mengisi di SMPku dulu.
Mulai dari perjuangan mencari alumni yang kompeten, merancang scenario acara dengan berbagai kendala, pertemuan dengan teman-teman C-DIA yang berisi, serunya mengatasi salah paham dalam tim (dari sini aku mulai tahu kalau cowok dan cewek beda banget!), terbinanya kembali hubungan dengan ibu bapak guruku, dulu.
Kenangan ketika Ramadhan…
Teringat aku akan ucapan seorang teman, “Kita datang untuk sukses, tidak untuk gagal!” makasih ya…
1 comment November 20, 2007